SK-II Workshop At Kempinski Jakarta

A glimpse of SK-II Experience...

Are You The Lucky One?

The announcement of the lucky friend who gets the Etude Milk Talk Body Wash Gift Set ^^

Balada Kakak dan Unit Apartment nya

Mau tahu rasanya tinggal satu atap dengan personil Super Junior? Silahkan tanya Kakak ^^

Product Preview: Frostine Icemetic

Cosmetic ini harus ditaruh di kulkas dengan suhu dingin agar dapat bekerja dengan optimal!

Event Review: Revlon Beauty License

Program penukaran voucher Revlon pada bulan Agustus 2012

Showing posts with label Kakak. Show all posts
Showing posts with label Kakak. Show all posts

Nov 5, 2012

Hello again... Korea ^^

Sampai lagi in the land of magic :-D dari magic BB cream sampai magic plastic surgeon... hahahaha. Mulai gak fokus nulis gara-gara dari semalam belum tidur. Maaf ya kalau ada yang terganggu :-p

Anyway, pagi ini landing dan sampai di apartment, aku dikejutkan dengan ruangan yang bersih super kinclong. Big thanks banget sama apartment owner nya. Hehehe. Udah ruangan dibikin cakep dan bersih, dianterin sarapan enak pula. Hehehe.

Sekarang lagi meeting sama staff di office. Ngantuuuuk bener, tapi sepertinya si Asep akan mengadakan ritual 'penyambutan' untuk aku setelah ini. Dia biasanya suka coordinate staff lain untuk pergi hang out ke Hongdae tiap aku datang. His another excuse to skip work and have a good time. I shall ask my partner to fire that man >_<

All right, kayaknya assistant si client udah mulai kepo ngeliatin laptop ku nih. Udah mulai curiga kalau aku nulis sesuatu yang gak ada hubungannya dengan kerjaan :-D

Nanti kalau sempat lagi, aku posting lagi ^^

Ciao








Sebelum betulan udahan... mau pamer apartment yang bersih nan kinclong saat aku tinggalkan berangkat ke kantor tadi ^^ Mumsky pasti seneng banget nge liat nya. Mau taruhan berapa lama situasi seperti ini akan bertahan?? Hahahaha


Sep 30, 2012

I Love To Fly!

Bukan superman, bukan juga burung... jadi ya satu-satunya untuk mengakomodir kesukaanku akan terbang adalah dengan naik pesawat. Tapi percaya gak kalau aku ini takut ketinggian? Hahaha. Mungkin aku satu-satunya orang didunia ini yang takut tinggi tapi sangat menikmati perjalanan dengan pesawat terbang.

My first dream ob: Flight Attendant!
credit: here
Karena kesukaanku akan terbang dengan pesawat, otomatis aku juga jadi jatuh cinta sama pesawat. Setiap penerbangan adalah satu pengalaman baru dimana aku bisa belajar tentang pesawat dan juga pekerjaan crew pesawat. Karena itu semua, skripsi untuk gelar Sarjana ku adalah mengenai airline atau maskapai penerbangan. Kalau orang lain merana ngerjain penelitian skripsi, aku sangat menikmati waktuku nongkrong di airport 6 jam sehari untuk ngerjain skripsi. Hahaha.

Sempat banget begitu selesai sidang skripsi, aku kepikiran untuk bekerja di airline. Tadinya mau coba jadi cabin crew. Tergiur oleh seragam yang cakep-cakep, subsidi make up berlimpah (katanya SQ cabin crew nya di supply Lancome!), keliling dunia gratis, dibayar pula! Namun rencana itu tidak terealisasi karena beberapa comment yang aku terima saat mengutarakan niatku menjadi cabin crew.

Kamu angkat koper sendiri aja gak bisa, masih nekat mau angkatin koper orang ke overhead bin? Gak salah? -Mumsky-

Heh? Kalau you jadi cabin crew, bukannya you yang bantuin pax angkat koper ke overhead bin. Bisa-bisa you dengan melasnya ngomong ke pax "excuse me, Sir. Can you please lift it up for me? I'm not tall enough to reach it..." -a friend-

Apa bedanya Flight Attendant sama PRT coba, Kak? Situ dirumah kagak pernah nyikat kamar mandi, nanti jadi cabin crew disuruh bersihin bekas makan orang. Mau?!? -DocCii-

Akhirnya setelah intropeksi diri dan menyadari memang tinggi saya gak akan pernah cukup untuk menjadi seorang Flight Attendant, saya urungkan niat ngelamar jadi cabin crew. Coba comment nya DocCii di anulir aja... Aku masih sangat mengagumi kerjaan seorang FA walaupun DocCii berpikir kalau FA tak lain adalah PRT di udara :-p

Sempat mau kerja di Russia untuk jadi ground staff nya salah satu maskapai penerbangan internasional yang berbasis di Timur Tengah, cuma pas dipikir-pikir lagi itu sih sama aja kerja kantoran di negeri sendiri in terms of gak akan punya waktu untuk jalan-jalan dan explore dunia. Ever since... aku gak pernah kepikiran untuk kerja di airlines lagi :-D Gampang sekali memang untuk merubah pikiranku, maklum... umur tua tapi kelakuan macam abege labil :-p

Karena 'berteman' dengan cabin crew,
awal tahun ini di penerbangan dari Seoul ke Hong Kong
aku dikasih extra pillow tanpa aku minta :-D
Beruntungnya pekerjaanku sekarang sedikit banyak bisa membuat hasrat terpendamku sama pesawat and being on the plane sedikit tersalurkan. Pekerjaanku sedikit banyak membuat aku harus travelling dan alat transportasi yang paling sering aku gunakan adalah pesawat terbang. Gak bisa jadi cabin crew, tapi aku jadi berteman dengan banyak cabin crews yang baik-baik. Dan karena kenal mereka, aku jadi makin kagum atas dedikasi mereka terhadap pekerjaan mereka ^^ It's a tough job they're doing, I gotta tell you.

Oh iya, what I love the most about flying adalah excitement yang mulai aku rasakan pada saat mulai boarding dan menunggu panggilan menuju pesawat. Pada saat pesawat taxi-ing menuju runway, dan pada saat captain di cockpit buat announcement "Cabin Crew position for take off"... dada rasanya makin dag dig dug gimanaaaa gitu :-D Terus pada waktu pesawat mulai melaju untuk mencapai v-speed dimana pesawat bisa take off, dan waktu landing gear dimasukkan kembali ke lambung pesawat.... aaah ~ I love that moment. Pada saat pesawat cruising, baru aku bisa konsen ngerjain hal lain atau tidur cantik. Aneh ya? Padahal menurut orang-orang take off adalah saat-saat paling berbahaya dalam tiap penerbangan. Kemungkinan human error diatas 50% sedangkan kecelakaan pesawat 75% diakibatkan oleh human error. DocCii pernah menyarankan aku berkonsultasi sama ahli kejiwaan karena masalah ini :-D

Someday ah mau bikin vlog pada waktu pesawat take off dan landing. Hehehe. Nanti kapan-kapan juga mau review airline yang aku naikin ah... mana tau ada orang airlines yang lihat dan ada yang mau sponsorin every business flights I make in the future. Lumayan uang tiket dari kantor bisa di save up buat beli tas sama sepatu lagi :-D *modus* *Malaikat, ini doa lho... tolong sampaikan ke Tuhan untuk di approve ya ;-)*

By the way... ada yang punya kelainan sejenis dengan yang aku miliki ini? Hahaha. Adakah yang seneng banget sama pesawat dan terbang kayak aku, atau justru takut banget terbang? Let's share ^^



Sep 26, 2012

Surviving Winter Days

First post ku setelah DocCii pasang template baru. Lama-lama terbiasa juga ngeliat yang polos-polos. Hahahaha. Oke lah... saya mengalah untuk tidak dengan liciknya mengganti template ini dengan template lama di tengah malam buta :-p

Anyway posting ini dibuat karena seorang temanku, Rara, sedang galau memikirkan kulitnya yang kering akibat cuaca autumn di Germany. Hehehe. This post is made specially for you, Ra ;-)

Penurunan suhu udara memang paling menyebalkan karena bisa bikin kulit kering banget. Gak hanya kulit tubuh dan wajah, tapi udara dingin bisa membuat bibir pecah-pecah dan kuku jadi rapuh. Gejala-gejalanya sudah bisa mulai dirasakan saat autumn atau musim gugur, dimana kelembaban udara sudah mulai sangat menurun.

Well, sekedar berbagi tips, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari flaky skins; chapped lips; atau dry nail in autumn or winter days. I'll write them in pointers so it'll be easier to read ^^

1. Jangan mandi dengan air hangat!
Sedingin apapun, apalagi saat kita mau keluar dari rumah, jangan pernah mandi pakai air hangat atau air panas. Tempting memang berendam di air hangat di tengah udara dingin, tapi kulit kita akan menjadi kering saat membasuh tubuh dengan air panas atau hangat. Kalau terpaksa sekali pakai air panas atau hangat, cukup usapkan saja handuk yang sudah di rendam dengan air panas ke tubuh kita.

Kalau saranku sih, gak usah sering-sering mandi! Hihihi. That's what I do to survive the winter days. Mandi paling sering seminggu 2 kali. Sisanya cuma mandi ala dede bayi, pakai washlap (dengan air suhu ruangan) yang udah disabunin terus dibilas dengan washlap bersih yang direndam di air suhu normal. Hehehehe.

2. Scrubbing kulit setidaknya dua kali seminggu
Pas ada kesempatan untuk mandi, biasanya aku scrubbing menggunakan sea salt atau lulur Purbasari yang aku bawa dari Indonesia :-p Fungsinya adalah untuk membuang sel kulit mati yang menumpuk yang bikin kulit kering dan terlihat flaky. Bibir juga ikut di exfoliate alias di scrub juga ya. Kalau bibir bisa pakai campuran madu dan gula pasir. Abis di scrub, langsung jilatin aja madu dan gula pasirnya :-D

3. Pakai moisturiser / pelembab
Setelah exfoliate atau scrub, jangan lupa untuk selalu memberi kelembaban bagi kulit yang baru saja dikikis lapisan atasnya. Gak usah berlebihan, tapi cari formula yang paling tepat. Kunci dalam mempertahankan kulit yang bagus on winter days adalah stay moist as long as possible.

Neutrogena Visibly Firm Face Lotion
credit: here
Aku menyarankan moisturiser dari Neutrogena Visibly Firm Face Lotion (SPF 20) yang jagoan banget bikin kulit wajah gak flaky di suhu minus 7 ^^ Untuk kulit tubuh, cari aja Vaseline Firming Body Lotion yang wana biru itu. Itu udah cukup moist, soalnya kan bagian tubuh dalam akan lebih banyak tertutup. Sedangkan untuk tangan, sebelum keluar rumah wajib apply hand cream yang mengandung lanolin plus beeswax dan sebisa mungkin pakai sarung tangan saat keluar ruangan. Itu juga sekalian bisa melindungi kuku.

Rumour has it katanya kalau moisturiser didalam kemasan jar lebih diva dibandingkan yang didalam kemasan botol. Konsistensi moisturiser dalam jar katanya lebih tebal daripada yang dibotol, which is very good on winter days.

Clinique Superbalm Lip Treatment
credit: here
Untuk bibir, favoritku adalah Clinique Superbalm Lip Treatment. Oh iya, kalau bisa saat diluar ruangan hindari memakai lipstick yang sejenis long lasting colour atau over do saat memakai lipgloss. Itu bisa bikin bibir jadi tambah kering dan akhirnya luka dan berdarah.

Tips tetap gaya tanpa bibir yang berwarna saat diluar ruangan, oleskan lip balm setebal mungkin di bibir supaya gak kering. Kalau gak pede dengan warna nude bibir, cari muffler yang oke dan lilitkan di leher dengan style yang memungkinkan muffler menutupi daerah mulut (sampai dibawah hidung). In advance, pertegas make up di area mata. Sumpah deh, itu bikin banyak laki pada nengok! Hahaha. All they can see is our eyes dan sukses bikin dilirik lawan jenis tanpa harus investasi banyak pada lipstick :-D Nanti setelah sudah sampai di tempat tujuan, pastikan tempat pertama yang didatangi adalah rest room dan silahkan apply shades lipstick favorit untuk mempercantik penampilan ^^

Susah-susah gampang memang mengakali kondisi kulit di saat udara mulai mendingin. Kunci nya cuma satu, stay moisturised! Keringnya kulit yang diakibatkan oleh turunnya suhu udara tidak bisa diperbaiki oleh berapa banyak pun air yang kita konsumsi. Satu-satunya cara untuk menjaga kondisi kulit adalah dengan merawatnya dengan telaten dari luar.

Kegiatan moisturising kulit saat winter days gak masalah untuk dilakukan berulang kali dalam sehari. Malah sangat dianjurkan untuk me-reapply lip balm ataupun hand cream disaat kita sudah merasakan udara yang mulai mengering ;-)

Have a good winter, specially for my friend Rara ^^ Kalau kurang winter coat atau boots, cari nya di toko anak-anak aja Ra. Aku juga beli nya di bagian Kinder. Pakai ukuran orang dewasa kegedean semua :-p Kecuali kalau belinya di H&M. Tapi ada gak H&M di Wismar? Hihihihihi.

See you in the next post, beauties ^^








Ps. Gaya pakai muffler nya adek Yamada Ryosuke dari Hey! Say! Jump ini boleh lho ditiru kalau gak pede keluar tanpa lipstick pada saat musim dingin ^^

credit: here

Sep 14, 2012

Product Review: Chanel Rouge Allure Velvet in La Ravissante (32)

Mari kita review produk lagi. Sekarang yang agak high end dikit yaaaa... malu nge claim kami berdua anak sombong tapi gak pernah pamer koleksi make up yang agak high end :-D

Well, for today.... aku mau review lipstick HG ku banget. Hehe. Namanya Chanel Rouge Allure Velvet in

Aku sama adikku adalah penggemar make up keluaran Chanel. Mumsky yang memperkenalkan kami dengan koleksi Chanel nya dari kami kecil banget, oleh sebab itu kami berdua tumbuh dengan mindset "udah gede nanti harus punya koleksi Chanel kayak Mumsky". Walaupun akhirnya kami berdua gak se-massive Ibunda kami tercinta dalam mengumpulkan koleksi make up keluaran Chanel, tapi kami cukup menggemari kegiatan dandan dan belanja lipstick atau eye shadow di boutique Chanel ^^

Lipstick dan lipgloss adalah product Chanel favourite ku. Apapun seri nya, in any seasons... I still think that Chanel lipstick is the best. Hehehe. Kayak salah satu lipstick punya ku yang akan aku review sekarang.





Kemasan: Classic dan elegant. Ukurannya slim banget dan cukup stand out saat di taruh di make up pouch karena agak glossy packagingya.

Seri Rouge Allure ini ada lima, dan kemasannya sama semua.

  • Rouge Allure Velvet 
  • Rouge Allure Velvet La Delicate
  • Rouge Allure Velvet L'Infidele
  • Rouge Allure
  • Rouge Allure (with luminous satin effect) 

Favoritku adalah seri Rouge Allure Velvet ini karena outcome di bibir warnanya jadi matte tapi masih ada sheer. 





Keterangan di bawah kemasan. Shades favourite ku sekarang yang hampir tiap pagi aku pakai adalah La Ravissante. Menurut BA nya warna ini merupakan warna merah yang undertone nya agak jingga. Waktu beli agak setengah hati beli nya, tapi pas sampai dirumah... malah warna ini yang selalu aku pakai.


Swatch di tangan, no flash, outdoor. Aku suka warna nya karena memang cocok juga sama tone kulit ku. 


Minjem bibir Tongki ^^ Photo atas before yang dibawah after. Hasil nya matte tapi masih ada sheer, gak total matte. That's what I like the most about this lipstick.

Oh iya, walaupun bibir kamu kering banget dan pakai lipstick ini tanpa lip balm, kamu masih bisa dapatkan hasil perfect matte effect dan bibir juga jadi kayak moist gitu setelah pakai lipstick ini. Pelembab yang terkandung dalam lipstick ini jagoan banget.

(+)
  • Range warnanya banyak banget... bisa diseusuaikan dengan tone kulit. Konsultasi dengan BA nya dan kamu gak akan dapat shade yang salah untuk dibawa pulang ^^
  • Kandungan pelembab dalam lipstick ini superb!
  • Awet! Lipstick yang aku photo ini udah aku beli dari 5 bulan lalu dan ini aku pakainya tiap hari banget lho.
  • Kemasannya elegant
  • Walaupun matte, tapi gak kering dibibir
  • Bertahan bisa up to 12 hours kalau gak makan dan sedikit minum

(-)
  • Gak ada boutique Chanel make up di Indonesia >_< harus ke Singapore dulu paling deket... TIPS: kalau nyari yang shade nya komplit dan BA nya attentive, pergi ke Chanel boutique di Marina Bay Sands. Dapat banyak sample juga kalau belanja ^^

Repurchase? Banget! I can't live without this lipstick ^^

Final verdict ~ harganya memang agak lumayan, tapi price comes with satisfaction and quality ^^ Kalau mau investasi di make up, Chanel bisa jadi salah satu brand pilihan ;-)

Until next review ^^


Sep 11, 2012

Learning To Be Good...

Hi beauties ^^ Another post from me. Since I can't put my head to rest, I decide to write this post, hoping it'd ease my mind a bit and finally I'll be able to sleep :-)

Anyway, seminggu yang lalu aku pergi Tanah Abang sama Mumsky. I was so amazed by its transformation that it was totally beyond my expectation to find it as a cool place to shop at :-D Seneng banget kesana karena I found out I could spend less than IR 300.000 yet I could bring home so many good items with me.

I bought these.... some stuffs yang aku beli karena merasa sayang melihat koleksi scarfs ku bolong-bolong kena jarum pentul dan peniti :-p


Those are headscarfs anyway :-p Aku beli lima pieces itu hanya dengan IDR 150.000 saja... murah banget :-D spent another IDR 150.000 untuk beli inner dan scarf lain dengan motif leopard. Hahaha. Can't show you my super lovely new leopard scarfs yang harganya cuma IDR 25.000/piece karena lagi dicuci ;-)

So... why headscarfs? Hehehe. Karena aku lagi belajar jadi anak yang baik untuk Mumsky dan Papa :-p

Di keluarga ku, cuma aku perempuan yang gak pakai kerudung. Sometimes aku jadi risih (baca: gak enak hati) setiap kali jalan sama Mumsky dan DocCii karena mereka pakai kerudung. Belum lagi si Papa yang thanks to guru agamanya selalu bilang kalau kalau aku pakai kerudung, mungkin itu yang akan buat Papa masuk surga.

Dang! I love my dad more than anything in this world and there's nothing that I wouldn't do for him. Dia masuk surga? Then there he'll be. Tapi aku harus pakai kerudung supaya Papa bisa masuk surga? Well, it's been a big struggle for me since last year.

DocCii sudah pakai headscarf sejak dia masuk SMP dan Mumsky baru pakai kerudung sekitar 7 tahun lalu sebelum dia pergi haji.

I started with baby steps though... mulai tahun lalu, aku gak beli mini dress lagi. Ganti hot pants dengan celana jeans panjang, kalau pakai t-shirt berlengan pendek selalu di cover dengan outer berlengan panjang.

Tapi mulai bulan puasa kemarin, aku belajar sedikit-sedikit untuk menutup bagian kepala juga. Tadinya cuma pakai stole atau scarf yang aku punya saat keluar rumah. Rambut nya masih kelihatan, coz of my ego :-D Warna rambut bagus-bagus dan mahal gak bisa ditunjukkan sama orang-orang. Hahahaha.

Sampai last week, aku memutuskan kalau setiap keluar sama Mumsky atau DocCii, aku akan pakai headscarf yang rapih. Tertutup semua.

Kemarin debut pertamaku pakai headscarf keluar main ke Grand Indonesia sama DocCii. Bentar-bentar megangin kepala. Hahaha. A bit weird at first, but I'll get used to it.

Sebetulnya memakai headscarf ini adalah juga salah satu taktik ku untuk 'bernegoisasi' dengan Tuhan. It's my way of bribing Him so he'll grant what has been my ultimate wish these days :-D Kali aja saat Tuhan lihat aku menggunakan headscarf finally he'll say "All rite, she's a good girl now... give her what she wants!".

Di Seoul nanti juga rencananya aku akan tetap menggunakan headscarf. Mungkin style nya dibuat lebih 'santai' seperti saat aku pertama kali pakai scarf, gak usah pakai inner :-p Pelan-pelan... nanti kalau si ehem dan beloved working subordinates sudah terbiasa, baru akan mulai tertutup rapih. Hehehe. I know it's not good, but that's the best I can do. Karena jujur, even saat ini aku masih struggling dengan hatiku dengan keputusanku ini.

Oh iya, as an intro... kemarin I sent a picture to some friends dan rekan kerja untuk mengetahui pendapat mereka. Amazingly, their feedback was good. Walaupun aku kirim photo gak pake make up dengan mata sembab karena 2 malam gak tidur dan menangis :-D


Gak tidur dua malem sambil nangis sukses bikin mata jereng :-D It was my first trial nyobain pakai headscarf full pakai inner. Not my best look tapi teman-teman cukup supportive dengan mengatakan it doesn't look too bad :-D Even saat aku complain I look much older saat pakai headscarf, mereka bilang I looked more mature instead of older. Hahaha. I'm lucky to have them all as my friends.

Comment si ehem sih yang bikin agak seneng :-D

Him: Apaan tuh?
Me: Me wears veil
Him: Lookin good
Me: I know...
Him: Now it's only me who can see your hair?
Me: No until you marry me
Him: I can wait for another 3 years until I see your hair again

He wrote those all in Korean dan aku sampai translate di google plus forward ke si Asep buat make sure  kalau kalimat terakhir bisa diartikan 3 tahun lagi dia mau nikahin aku. Gyahahahahaha. Baiklah, let's see what's gonna happen :-D

Kalau aku bilang sama dia scarf Vivienne Westwood dia bolong kena peniti waktu aku jadiin kerudungku, masih mau ngelamar aku gak ya dia? :-D


Dan ini FOTD ku :-p Sedikit edit warna untuk enhance warna rambut ku. Hehehe. Those hallyu stars lama-lama harus saying goodbye to this look and get used to the new me without my hair exposed ;-)

Ya sudah... until next post, beauties ^^


Sep 3, 2012

The Language... in Korea :-D

Heyhooooo ^^ Aku baru aja teleponan sama salah satu subordinate ku di Korea dan jadi terinspirasi untuk menulis posting ini. It's about language...

Sering mondar-mandir ke Korea, bego aja aku kalau sampai gak bisa bahasa Korea :-D Walaupun sekarang juga masih gak jago-jago banget. Yang penting adalah basic words atau sentences yang bisa aku pakai sebagai alat pertahanan hidup. Contoh: Nama makanan, cara order makanan, angka, nominal duit, pick up words saat ketemu cowok ganteng, dan cara maki-maki orang. Those are more than enough for me. 

Mengenai paperworks kantor yang semuanya berbahasa Korea dan kadang ditulis dalam huruf hanja (kanji)? I thank God for Asep in that kind of moment. Walaupun kadang aku sebel sama assistant partner ku itu, tapi kalau gak dia dijamin aku bisa mati dikejar clients karena tanda tangan sembarangan di paperworks yang gak jelas :-D

Expect this kind of thing also happen to you at Incheon Airport :-p
credit: here

Awalnya dulu aku berpikir bahwa Korea Selatan yang segitu canggihnya dengan tekhnologi mereka akan memiliki banyak english speaker yang baik dan benar. But I was completely wrong. As the matter of fact, aku gak yakin bahwa CEO Samsung di Korea ngerti manual book dalam bahasa Inggris yang mereka sertakan dalam tiap alat elektronik mereka di seluruh dunia.

Jarang sekaliiiii orang bisa berbahasa Inggris di Seoul, saudara-saudara >_< Orang berbahasa Inggris di Seoul layaknya tujuh keajaiban dunia yang harus dilestarikan oleh Unesco.

Sekalinya ada yang bisa berbahasa Inggris... Masha Allah... jadi nyesel karena ngajak ngomong orang itu :-D Pronunciation nya itu.... Hanya Tuhan dan orang yang bersangkutan yang ngerti apa yang coba untuk dikatakan. Hahaha.

Contoh conversation saya dengan subordinate saya tadi:

Me: Soleh *bukan nama sesungguhnya*, if things won't end immediately then I have to terminate the project (Soleh, kalau kagak beres juga ni masalah... lo, gw... end!)
Soleh: I shink (think) it hish (is) wise to terminate the projektu (project). It hish (is) an endress (endless) mattel (matter) (Iye dah, di apa kata situ aje. Saya kagak mau end sama situ)

Karena sudah hampir dua tahun panjangnya saya bekerja dengan orang-orang dengan logat seperti itu, saya sudah belajar untuk ketawa setengah jam setelah percakapan kami berakhir. No one got insulted that way :-D

Aku gak tahu kenapa, entah kutukan atau memang sudah tertulis dalam kodrat Tuhan bahwa memang orang Korea susah bedain kapan harus melafalkan huruf L dan R. Selalu kebalik!!!

Kaum muda di Seoul sebetulnya sudah banyak yang semangat untuk menggunakan bahasa Inggris. Orang tua juga sudah mulai timbul kesadaran untuk memasukkan anak-anak mereka ke tempat les bahasa Inggris, terbukti dengan makin tingginya permintaan native English teacher di Seoul. I'm gonna tell you tentang fenomena guru asing bahasa Inggris di Seoul nanti ;-)

Tapi ya itu... I think mereka lebih butuh guru yang bisa ngajarin kapan harus ngomong R, dan kapan harus melafalkan L. Hahaha.

Kalau ada yang sipit dan lancar ngomong Inggris disana... kalau gak udah pernah sekolah di Eropa atau Amerika lamaaaaaa bener, pasti dia Korean American macam Brian Joo atau GNa. Atau juga dia Korean yang diadopsi keluarga bule dari kecil :-p

Saking langkanya menemukan orang di Seoul yang berbicara dalam Bahasa Inggris dengan logat  yang bisa dimengerti.... aku hampir peluk CEO nya JYP Entertainment coz he speaks good English. That was like halleluya moment for me. Hahahaha.

Oh iya, karena kelamaan 'bergaul' dengan orang-orang di Korea, English ku juga jadi berlogat Korea lho *nangis*. Ada istilahnya Korlish atau Korean English... sekarang aku kalau ngomong banyak mengayun intonasinya (yang bikin teman ku yang orang Scotlandia pengen nimpuk aku kalau pas lagi ngomong) dan jadi suka kebalik ngomong F sama P , which is very common juga di Seoul. Mungkin orang Sunda dan orang Korea itu satu nenek moyang... mereka susah ngomong F atau V dan mengakibatkan namaku berubah jadi "Pipis" di Korea sana (Vee, mereka pronounce Pee).

Buat yang lagi belajar bahasa Korea... jangan lupakan huruf L dan R. Dan ingat... nama saya Vee! Bukan Pee! :-p

Catch ya later, beauties ^^



Aug 27, 2012

What I'm Doing (in Korea)


"Aku punya 3 kakak. Yang laki-laki mau jadi pemain basket dan pembalap, yang perempuan dokter, dan yang perempuan satu lagi... aku gak tau kerjaannya apa" -Tongki-

Hmmm... lumayan nyeri hati ini mendengar statement adik bungsuku di depan kelas waktu pada Parents Visit Day dan dia harus menjelaskan anggota keluarga. Adikku yang bloon tapi ganteng itu ternyata gak ngerti apa kerjaan Kakak nya selama ini. Disangka dia all these days Kakak nya dapat duit dari metik di pohon rambutan belakang rumah mungkin :-(

Well.... sebetulnya gak cuma adikku yang jelas-jelas memang punya sedikit kekurangan dalam berpikir dikarenakan usianya yang muda, tapi juga banyak orang yang gak ngerti apa sebetulnya pekerjaan aku.

Kalau baca di page ini, bisa diketahui kalau aku bekerja di bidang Marketing dan Komunikasi. Aku juga menjalankan usaha bersama DocCii di bidang catering dan manufaktur air demineral.

Nah, yang paling bikin bingung orang-orang adalah... Marketing dan Komunikasi? Kerjaannya ngapain? Kok bisa sih jadi hubungan sama celebrities?

Let me tell you about it then :-)

My clients pay me 5c?? I'm surely gonna kill 'em :-D
credit: here
Jadi begini... aku merupakan lulusan dari sekolah Public Relations yang lumayan termahsyur di Indonesia. Aku lulus dengan keahlian menjadi seorang manipulatif. Untungnya, gak ada gen kriminal yang diwariskan oleh kedua orang tuaku, makanya aku menggunakan keahlian manipulasi ku untuk kebaikan ^^ 

Public Relations is all about 'manipulation', dan PR ini adalah salah satu tools yang digunakan oleh marketing team didalam sebuah  instansi atau perusahaan untuk mempengaruhi pikiran consumer sehingga mereka mau membeli atau mengkonsumsi produk yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

Sampai disitu ngerti, anak-anak? *obsesi jadi Ibu Guru nya keluar :-p*

Dengan backgound PR-ku, aku berkecimpung di bidang konsultansi Marketing dan Komunikasi (MarKom), spesialisasiku adalah, as expected, Public Relations. Tugasku mengemas suatu bentuk komunikasi kepada consumer sehingga bisa 'menuntun' pikiran mereka supaya mau membeli produk dari perusahaan yang menyewa aku.

I keep this writing on my desk... as a reminder. Hehehehe
credit: here

Bentuk komunikasi itu macam-macam. Bisa melalui gambar, suara,tulisan, dan lain-lain. Tools atau alat komunikasi itu pun macam-macam, salah satunya adalah manusia yang dijadikan sebagai ambassador atau spoke person.

Jreng jreng jreng... disitulah mengapa aku jadi banyak berhubungan sama celebrities. Karena celebrities, hingga hari ini, adalah salah satu alat komunikasi yang paling ampuh dalam menyetir pikiran consumer sampai pada tahap decision; dimana consumer akhirnya memutuskan akan membeli atau mempengaruhi orang lain untuk membeli sebuah produk yang diwakili oleh celebrity tertentu.

Dengan data yang diberikan perusahaan, aku dan team akan research apa yang cocok untuk menjadi alat komunikasi untuk produk yang diberikan ke aku. Gak harus celebrities, tapi memang celebrities paling cepet kelihatan hasilnya. Walaupun budget nya juga kadang bikin orang kena serangan jantung (untuk ilustrasi, ada satu orang celeb Korea yang beli gedung setelah sign satu deal sebagai salah satu product ambassador).

Bukan hanya ilustrasi, it happened to me once :-D
credit: here
Seandainya memang perusahaan okay dengan budget yang diajukan (jika aku menawarkan menggunakan celebrities sebagai brand ambassador), maka pekerjaan berat aku dan team ku dimulai. Diawali dengan mencari orang terdekat celeb tersebut. Bisa teman, tetangga, bapak, ibu, nenek, buyut... siapapun yang kenal sama celeb tersebut. Lalu dari situ staff aku akan berhubungan sama road manager si celeb. Di review dulu penawaranku sama si road manager. Di stage ini, si celeb udah denger-denger gossip dia diminta untuk jadi brand ambassador. 

Road manager akan menghubungi pihak talent management dari agency dimana sang celeb bernaung. Akunya tinggal duduk santai tapi deg-degan dan nyut-nyutan nunggu kabar dari pihak agency dia. Kalau mereka sudah review dan okay, kami akan meeting. Bersama si celeb, dengan catatan dia ndak sibuk. Nego harga sana-sini, kompromi riders dan job desc, dan yang paling susah... kalau celeb nya udah 'diva' bener, aku harus meyakinkan dia bahwa dengan menjadi brand ambassador produk ku dia akan jadi tambah diva ;-) 

Cara meyakinkan celeb yang paling gampang sebetulnya ada. Bikin dia mabok total, siapin kontrak, dan suruh dia tanda tangan. Cuma belum pernah aku coba. Kata Papa, akalu diawali dengan yang haram hasilnya gak akan berkah. Daripada aku dimaki-maki client yang udah keluar duit gede tapi produk gak laku, mending aku budek nungguin si celeb party sampai jam 5 pagi dan nyuruh staff ku nego sama satpam apartment nya biar dikasih masuk :-p 

Itu baru 1/4 dari tugas ku secara keseluruhan. Kalau mau diterangkan lagi, takut yang baca kena migrain :-D

Ada yang mau ditanyakan sampai sini, anak-anak? Besok mid-test ada 3 points pertanyaan dari materi ini lho. *Sumpah kepengen banget jadi Ibu Guru!!! :-p*

Okay, sekarang akan aku contohkan aplikasi penggunaan celebrities sebagai tool dalam memasarkan suatu produk.

Siapa yang kemarin nangis minta dibeliin TV kayak gini sama Papa nya??? Hehehehe
credit: here

Contohnya seperti ini... ada satu produk suatu perusahaan manufaktur alat elektronik di Korea sale growth nya naik berkali-kali lipat di pasar Indonesia setelah menjadikan satu buah grup boysband Korea sebagai brand ambassador mereka.

Tapi kan target market perusahaan elektronik itu bukan anak muda yang mampu beli Smart TV segitu mahalnya. Yang punya uang pasti orang tua, tapi mereka gak akan terpengaruh sama promosi boysband soalnya udah pasti orang tua gak ngerti sama boysband (kecuali si Mumski yang teriak "itu Soju... Soju!! Tetangga kamu!!" -_-). 

Itulah trick nya... yang menjadi target market dari perusahaan tersebut adalah sebetulnya orang tua. Tapiiiii... kalian-kalian penggemar boysband itu, yang uangnya belum cukup untuk beli Smart TV sendiri, dijadikan alat oleh perusahaan sebagai influencer atau seseorang yang bisa ngeracunin pikiran orang tua supaya mau beli Smart TV tersebut ;-)

Hayooo... siapa kemarin yang nyuruh Papa nya beli satu merk Smart TV tertentu karena terpengaruh sama iklan?? Hehehe. Selamat! Kalian baru saja terkena jerat racun berantai yang dibuat oleh tim MarKom perusahaan tersebut :-p

Korea adalah salah satu negara yang paling menyadari kekuatan Public Relations dan Branding dalam memasarkan sebuah produk. Jangankan produk, mereka pun menetapkan sistem branding untuk personality.

Let's say, artis-artis Korea yang banyak dikagumi banyak orang di dunia belakangan ini. Artis-artis itu adalah hasil positioning dan branding dari entertainment agency yang menaungi mereka. 

Kita masih banyak menemukan celebrity di Indonesia yang sifat asli on-stage dan off-stage nya relatif sama. Tapi kalau di Korea, hal tersebut bisa dibilang almost impossible.

Pada saat muncul di publik, semua sudah diatur oleh agency. Cara bicara, cara duduk, cara senyum, di menit keberapa harus nangis, kapan harus tertawa, even sampai make up dan pakaian. Karena itu semua bisa mempengaruhi pikiran orang-orang yang menonton. FYI, untuk penampilan publik... seorang celeb disana jarang yang diizinkan untuk make up sendiri. Karena mereka sudah terikat konsep yang diberikan oleh agency dan menadi tugas stylist untuk menampilkan mereka sesuai dengan konsep tersebut.

Kenapa mereka bubar siiiih?? >_<
Tapi no worries... artis-artis itu manusia juga. Terkadang mau segimana di 'drive' sama tim branding dari agency, tetep aja di satu moment akan muncul sifat asli mereka. Oleh sebab itu, jadilah fans yang pandai ^^ Jangan termakan cinta buta, karena bisa jadi kamu mencintai sesuatu yang semu ;-) Kenali idola kamu lebih jauh sebelum declare kamu rela mati untuk dia. Tapi jangan kelamaan juga research nya, nanti kayak aku.... cinta Westlife. Gak mau cinta buta, tapi pas mau declare "I'll die for Westlife", merekanya bubar. Anti-klimaks total!

Fiuuuh ~ kayaknya udah berbusa aku ngomongin kerjaan ku :-p Kepanjangan banget ya?? Maaf :-( Hahaha. Semoga gak bosan ya baca blog kami^^  

Until next post, beauties ^^


Aug 26, 2012

Steal The Look: Snow White

Judulnya gak appealing banget ya? Hehehe. How're you, ladies? Holiday season gak ngapa-ngapain jadinya cuma nonton DVD aja dirumah. Salah satu DVD yang aku tonton baru-baru ini adalah "Mirror Mirror". Gara-gara film ini aku dan DocCii jadi pengen banget lipstick merah gonjreng ala Snow White gitu :-D

credit: wikimedia.org

I don't wanna tell you about the story but it's a spin off of the original version of classic Snow White story. A bit crappy, I must say :-D Tapi... forget the story. I love the clothes!!!!! Designer dari kostum dalam film "Mirror Mirror" adalah Eiko Ishioka and they're all fabs!!!!

credit: film3sixty.com
I would die to be able wearing that kind of coat in Seoul's street on winter days :-D Love the bow and the fluff... and most important: I love the colour!! Now you know that yellow is my favourite colour ;-)

Gara-gara nonton film itu, aku jadi terinspirasi untuk create satu look yang menyerupai snow white. I haven't got all the outfits as well as the cosmetics I have in mind to create the look, but I did browse some stuffs which I think would be perfect for this style :-)




Kalau digabungin sih kira-kira begini. Warnanya udah khas Snow White banget, kan? ;-) Kalau kata DocCii, ini lebih mirip dandan ala bendera Swedia daripada Snow White. Hahahaha.

Untuk details, mari kita ulik satu persatu-satu what it takes to have my version of Snow White Look (which I title "The Preppy Snow White").



Ini blouse yang aku temuin gak sengaja di sebuah online shop di facebook. Waktu pertama kali niat bikin post ini, aku udah mikir aku harus browse blouse warna biru. Tapiiiii.... dari semua website yang aku datangi, dari yang high end brand sampai yang cupu brand, gak ada blouse yang sesuai imajinasi aku. Baru pas dua malam lalu, buka facebook dan langsung liat gambar blouse ini di timeline^^ 

What I like the most about the blouse adalah ruffle yang ada dibagian pundak. Mirip-mirip sama ide nya Eiko Ishioka di kostum film 'Mirror Mirror'. Kalau kamu tertarik, kamu bisa langung datangi Rachel Collections di facebook. Aku belum pernah belanja di shop ini dan sepertinya kebanyakan barang mereka harus sistem Pre Order aka PO. Oh iya, kalau gak salah, blouse ini harganya cuma sekitar IDR 150.000,-





Rok nya cantik ya? Menurut website dimana aku lihat gambar ini, rok ini merupakan koleksi salah satu brand yang ada di Marui One. Ada yang tau Marui One? Marui One dulu sempat ngetop sebagai salah satu online shopping website asal Jepang yang menawarkan banyak koleksi chic untuk wanita. Tahun 2011 lalu online shopping website Marui One resmi ditutup. Tapi kita masih bisa belanja barang-barang yang dulu ditawarkan di website secara langsung di shopping mall Marui One di Shinjuku, Tokyo.

Harga rok ini sekitar USD 52 atau kurang lebih IDR 500.000,-.





Christian Louboutin Lillian Mary Jane Platform Pumps. Cakeeeeeep gak siiiiiiih???? *histeris nanyanya* Hehehehe. Aku lagi ngincer banget sepatu ini!!! Di Snow White classic, si Snow White kan pakai sepatu model Mary Jane. Nah, karena Snow White versi imajinasi aku agak-agak flirty gimanaaaaa gitu, jadinya Mary Jane shoes nya harus yang tipe sexy gini :-D Anyway, Mrs. Beckham punya dan pernah pakai sepatu ini lho ;-) Selain Victoria Beckham, aku uga pernah lihat Madonna dan Blake Lively memakai sepatu ini *tambah ngiler pengen punya juga* 

Kalau gak salah, harga retail sepatu ini sekitar USD 995 dan gossip nya sepatu ini lagi sold out... Mumsky must be so happy to hear that :-(





Nah... kalau ini cuma buat statement aja... menegaskan kalau kamu lagi pakai Snow White Look, bukan bendera Swedia berjalan ^^ Kalung apel yang looking so fresh karena perpaduan warna merah dan hijau. Kalung ini bisa dipesan  di online shop nya DocCii ^^ Harganya cuma IDR 30.000,- 

(NOTE: Agak maksa untuk kalung apel ini sebetulnya, dipaksa sama DocCii disuruh masukin ke post aku yang ini >_<)




Satu lagi items yang merupakan personal wish list aku (dan DocCii juga) disini ^^ Rouge Coco Shine in Rebel (63). Warnanya kayaknya striking banget dan ciri khas Snow White banget dengan bibirnya yang merah merona. Lagi kepengen banget beli ini, mudah-mudahan nanti tanggal 30 pas assignment ke Singapore aku sempet mampir beli lipstick ini :-)

Aku punya lipstick ini tapi dengan shades berbeda (mau direview tapi tampilannya udah jelek baget :-D). Lupa sih berapa harga pasti nya, tapi kalau gak salah di kisaran IDR 320.000 - IDR 350.000,-

So, beauties.... what do you think??? Is it good, or is it bad?? Hehehe. It's my first time doing this kind of thing, I mean sharing my imagination of one particular look :-) Let me know if it's bad, karena dari situ aku akan belajar ;-)

Baiklaaaaaah.... Sampai nanti, beauties ^^ Will hit you up later!!!












Bendera Swedia yang mirip bener sama concept Snow White look aku :-D

Aug 25, 2012

Farewell, dear Friend ^^

Hari ini ada satu temanku yang akan pergi meninggalkan tanah air untuk menuntut ilmu di negeri Hitler. Can't deliver her a proper farewell since here I am laying on my bed karena demam yang disebabkan depresi musiman...

However, I wish her all the greatest in the world. Semoga study nya lancar di Germany sana (tidak mengikuti jejak langkahku yang ancur-ancuran malah di Jerman), dan semoga ketemu sheikh ganteng yang kaya di Dubai nanti pas layover :-p



Aku dan temanku itu udah berteman sejak SMA. Kami waktu itu pejuang kecil (kalau temanku karena badannya kecil, kalau aku karena kelakuanku yang kayak anak kecil!) yang berusaha lulus SMA hanya dalam waktu dua tahun. Program akselerasi terkutuk, walaupun banyak hasil dari didikan program akselerasi yang kami syukuri sekarang di masa tua kami.

Setelah lulus SMA, kami berpisah. Temanku melanjutkan perjuangan di kota Bandung, belajar menjadi seorang designer interior. Aku di Jakarta, dan di beberapa kota lainnya, belajar menjadi seorang manipulator. 

Lulus kuliah, dia bekerja di sebuah firm interior designer di Singapore. Aku... berkeliling dari satu kota ke kota lain menjadi seorang manipulator dan kalau lagi gak ada client, leyeh-leyeh di kamar :-D

Kita berdua itu tinggal di satu area. Rumah kami berdua cuma terpisah sekitar 5 km. Tapi anehnyaaaa.... gak pernah sekalipun, sejak kami lulus SMA, kami berdua ketemuan di tanah air. Secara dia yang sibuk dengan kerjaan di Singapore, dan aku yang gak jelas jadwal hidupnya.

Terakhir kali kami berdua ketemu, waktu ulang tahun aku bulan February 2012 kemarin. Aku lagi layover saat on my way to Seoul. Karena sekalian nemenin si ehem yang lagi dapat tugas di Singapore dan menjanjikan aku a romantic birthday dinner in the middle of his uber hectic schedule *jadi curcol*, aku transit di Singapore dan berhasil ketemuan sama temanku ^^ Temanku itu aku culik on her lunch hour dan aku paksa nemenin aku di Katong 212. Hehehe.

We had lunch... and that was our first lunch after a very very very very very long time :-D

Semoga itu gak jadi lunch terakhir kita berdua ya, Ra ^^ Nanti kalau kamu balik ke Indonesia, dan aku kebetulan ada... kita harus lunch di McDonald yang baru buka dekat rumah. Jangan sampai kita kalah sama abege-abege deket rumah kita, Ra ^^ 

Ah, I'm so gonna miss her ~ 


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More